Selasa, 01 November 2011

Perencanaan


Perencanaan

1.     Arti kata planning/perencanaan:

a.     Garth N.Jone, Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.

b.     M.Farland, Perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah daripada wewenangnya.
c.  Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
d.   Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.
e.  Terry (1975), Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.
f.   Marcellinus Siringoringo (2011), Perencanaan adalah waktu dimana segala kebijakan kebijakan pada perusahaan maupun perorangan direncanakan, dipetakan, dikaji, dan di konsultasikan ke pihak yang bekerja sama jika dlm perusahaan atau di beritahu kepada pihak2 terkait jika melibatkan orang lain yang berlaku di perorangan.
g.  T. Hani Handoko (1995), Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.

2.     Keuntungan dari sebuah perencanaan

a.     Perusahaan akan memiliki karyawan yang bekerja dengan penuh motivasi. Karena dengan program career planning karyawan akan dengan jelas mengetahui step-step karir yang akan dicapainya, tahu apa goalnya, dan tahu bagaimana cara untuk mencapainya.
b.     Dengan perencanaan tujuan akan menjadi jelas, objektif dan rasional
c.      Perencanaan menyebabkan semua aktvitas terarah, teratur dan ekonomis.
d.     Perencanaan akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
e.      Perencanaan akan memperkecil resiko yang dihadapi oleh sebuah perusahaan
f.       Dengan perencanaan memberikan gambaran mengenai seluruh pekerjaan dengan jelas, tepat, lengkap dan akurat.
g.     Peningkatan efektivitas dalam memperoleh, menggunakan, dan proteksi sumber keuangan sepanjang hidupnya.
h.      Peningkatan pengendalian keuangan dengan menghindari utang yang berlebih, kemampuan tidak bisa membayar utang atau bangkrut, dan ketergantungan pada pihak lain untuk terjaminnya ekonomi keluarga/ perorangan.
i.        Memperbaiki hubungan pribadi dari hasil perencanaan keuangan yang baik dan efektivitas keputusan keuangan.
j.        Adanya kebebasan keragu-raguan keuangan dengan melakukan antisipasi pengeluaran dan pandangan yang luas di masa mendatang dan tercapainya tujuan ekonomis yang telah direncanakan.

3.      Dasar – dasar pembuatan Planning
Dalam pembuatan planning harus dipikirkan betul-betul dan teliti akan sebab dan akibatnya. Untuk itu diperlukan keuletan, ketelitian, ketabahan dan pengalaman, karena planning adalah rumusan karya yang akan menjadi pedoman dan petunjuk dalam menempuh tujuan organisasi. Planning sangat menentukan sekali sukses atau tidaknya tujuan organisasi. Dalam pembuatan planning yang baik terlebih dahulu harus dapat menjawab rumusan-rumusan di bawah ini :
a. What : Apakah tujuan rencana itu ?
b. How : Bagaiman cara pelaksanaanya?
c. Why : Mengapa begitu ?
d. Where : Dimana dilaksanakan rencana itu ?
e. Who : Siapakah pelakunya ?

Syarat Pokok Dalam Pembuatan Planning

A.   Rasional Planning : harus berdasarkan pemikiran yang objektif dan matang, bukan hanya merupakan khayalan semata yang tidak mungkin bias dibahas secara logis.

B.          Flexible Planning : harus bersifat flexible artinya sesuai dengan keadaan
bagaimanapun. Bisadilaksanakan kapan saja dan dapat ditetapkan pada temapt waktu dan keadaan bagaimanapun juga.

C.        Continueetas : Pembuatan planning harus kontinyu, artinya terus menerus tidak hanya satu kali untuk selama-lamanya akan tetapi yang lebih bai terhadap dengan demikian mudahlah diadakanpenilaian secara konkrit.



Proses – proses dalam pembuatan Planning :

1. ketahui & terapkan rencana
2. Menganalisa / rumuskan kerangka rencana
3. Susun aturan dan prosedur serta metode pelaksanaan
4. Realisasikan rencana
5. Monitoring dan kendalikan pelaksanaan rencana


4.     Isi Perencanaan
Kembali pada paragraph atau nomor sebelumnya maka akan kita temukan klasifikasi dasar dari sebuah isi Planning/Perencanaan sebagai berikut :
a. What : Apakah tujuan rencana itu ?
b. How : Bagaiman cara pelaksanaanya?
c. Why : Mengapa begitu ?
d. Where : Dimana dilaksanakan rencana itu ?
e. Who : Siapakah pelakunya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar